Warning: trim() expects parameter 1 to be string, array given in /home/lintasg1/public_html/libraries/joomla/html/parameter.php on line 83
REAL ESTATE 2 KAMAR DITENGAH KOTA - REAL ESTATE 2 KAMAR DITENGAH KOTA Written by da... | Lintas Group | Yang, Dan, Greenwood,
RSS
Tools
Logo
REAL ESTATE 2 KAMAR DITENGAH KOTA PDF Print E-mail
Written by danan kurniadi   
Tuesday, 11 January 2011 00:00
Bisnis properti di Kota Semarang bakal heboh. Dua grup bisnis besar yang sudah cukup kondang, yaitu LINTAS Grup pimpinan Anis Nugroho Widharto , dan sebuah grup bisnis besar lain yang namanya belum bisa dipublikasikan, telah sepakat untuk bersinergi dan membentuk kerjasama guna mengembangkan lahan seluas 18,8 hektar disebuah daerah di kawasan Manyaran yang diyakini dalam waktu 2 tahun kedepan bakal moncer sebagai wilayah paling prestisius di kota Semarang.
Ini adalah proyek perdana kongsi 2 grup besar tersebut dalam wadah PT. LINTAS SENTOSA INVESTAMA (LSI), dan bisa diramalkan akan segera menyusul proyek-proyek kreatif lainnya yang dipersembahkan khusus bagi warga kota Semarang. Mungkin bukan hanya proyek di bidang properti saja, melainkan akan merambah bisnis lainnya, mengingat konsep PT. LSI adalah sebagai perusahaan investasi.
Secara khusus di bidang usaha sebagai pengembang, LSI mendeklarasikan dirinya sebagai Green Developer pertama di Kota Semarang, yang memprioritaskan konsep Green Development dalam setiap policy yang diambilnya. Kelestarian lingkungan alam dengan daya dukung serta daya tampungnya adalah pijakan kami menjaga keseimbangan interaksi antara manusia dengan alam dan lingkungannya, yang biasa disebut sebagai kawasan Eco Region . Ini adalah partisipasi riil LSI terhadap upaya preventif mencegah terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor.
GRAND GREENWOOD adalah maskot baru real estate yang akan segera menjadi salah satu barometer bisnis properti di kota Semarang. Mengusung positioning Green Living Green Experience , lahan 18,8 ha yang akan dikembangkan ini adalah milik PT. Bhumi Manyaran Permai yang diambil alih seluruhnya tetapi dilakukan secara bertahap oleh PT. LSI untuk dikelola dan direvitalisasi.
Jika sebelumnya proyek tersebut bernama GREEN WOOD, maka sejak direvitalisasi dengan nama GRAND GREENWOOD yang rencananya dibagi maksimal menjadi 4 cluster beda segmen pasar tersebut, semua aspek konseptual dalam hal bangunan, infrastruktur, dan estate management benar-benar akan dipermak habis-habisan.
Alasan utama kenapa GRAND GREENWOOD lahir adalah merespons proyek pengembangan Kawasan Terpadu Waduk Jatibarang , yang hanya berjarak 2 km dari lokasi GRAND GREENWOOD, bakal memacu peningkatan jaringan infrastruktur dan utilitas di wilayah sekitarnya secara drastis. Jalan lingkungan yang semula ROW 10 sudah diploting menjadi ROW 20 m. Sarana dan prasarana transportasi yang memadai tentunya sudah direncanakan guna memacu perkembangan wilayah waduk Jatibarang sebagai ikon wisata dan ikon ekonomi baru kota Semarang, selain fungsi teknisnya.
Dan alasan kedua adalah melihat 2 potensi besar terkait pembangunan infrastruktur kota Semarang yang diyakini bakal memberi kontribusi positif terhadap GRAND GREENWOOD. Yang pertama tentu saja dengan telah diresmikannya 2 buah jembatan penghubung antara wilayah Sampangan dengan wilayah Gunungpati, yang secara otomatis membuat jarak tempuh antara pusat kota dengan GRAND GREENWOOD semakin pendek. Hadirnya jembatan ini membuat lokasi GRAND GREENWOOD yang semula hanya bisa diakses dari Manyaran atau Gunungpati, bertambah satu lagi aksesnya melalui Jln Dewi Sartika Sampangan. Benar-benar strategis.
Mengusung thema green yang sekaligus dijadikan positioningnya, proyek ini benar-benar menerapkan konsep ramah lingkungan. Tercermin dari ploting RTH (Ruang Terbuka Hijau) yang cukup besar dengan mengorbankan efektivitas lahan (saleable area) hanya kisaran 50% saja. Di area hijau GRAND GREENWOOD, akan mengutamakan taman non aktif dengan tumbuhan besar yang memberi kontribusi memproduksi dan melepas oksigen ke udara terbuka, yang kami sebut sebagai Oxygen Park. GRAND GREENWOOD juga membatasi sesedikit mungkin permukaan tanah yang tertutup dengan hard material, supaya air bisa meresap masuk kedalam tanah secara alami.
Estate management proyek GRAND GREENWOOD juga menerapkan sebuah sistem pengelolaan sampah secara terpisah antara sampah organik dan non organik, guna memberikan perlakuan berbeda terhadap unsur sampah yang bisa didaur ulang dan yang tak bisa didaur ulang. Ini adalah bentuk edukasi riil yang dilakukan oleh GRAND GREENWOOD kepada konsumennya, yang secara tidak langsung menunjukkan concern (kepedulian) GRAND GREENWOOD terhadap kelestarian alam dan planet bumi.
Lengkap sudah value yang dimiliki oleh GRAND GREENWOOD. Padahal kondisi eksisting yang sebelumnya telah melekatpun sudah sangat menarik minat konsumen perumahan di Kota Semarang. Misalnya; hanya 5 km dari bandara Ahmad Yani, hanya 1 km dari padang golf Manyaran, hanya 100 m dari minimarket dan Rumah Sakit Umum, serta berbagai fasilitas sosial dan fasilitas umum lainnya. Semua serba lengkap dan mudah dicapai.

Info lebih lanjut mengenai produk GRAND GREENWOOD bisa anda peroleh dengan menghubungi no telp 024 – 3566998 , 024 – 3566998 (hunting), no 024 - 70806888 atau langsung datang ke kantor pemasaran kami di Jln Basudewo Raya no. 753 Semarang

Last Updated on Wednesday, 12 January 2011 15:41